YOGYA - DENPASAR - NUSA PENIDA
Tidur dan istirahat itu harus, kami lakukan untuk persiapkan fisik di hari ini. Itu yang kami lakukan semalam.
Hotel Grand Dafam Area NYIA cukup recomended untuk menjadi sarana melepas lelah, hotel baru, kamar besar dan bersih, interior kamar asik.
Saat aku menulis bagian ini, di saat aku sarapan, makanan cukup variatif dan lengkap, kopi nya yahud, pelayanannya ramah, silahkan yang mau bepergian melalui bandara NYIA bisa Hitel Grand Dafam bisa menjadikan satu pilihan.
Jam 6.30, kami siap-siap menuju Bandara New Yogyakarta International Airport, ini penerbangan pertama kali kami dari NYIA, jadi maklumlah belum memahami area dan tentunya harus lebih awal, pada jam 7.50 nanti kami akan take off ke Denpasar.
Lanjut nih ceritanya, setelah sarapan, jarak perjalanan menuju Bandara cukup dekat, sampai selesai boarding kurang lebih 30 menit, bandara masih masih agak sepi sih.
Bandara ini cukup asik, suasana Yogya sangat terasa sekali. Oh ya, jngan lupa "Peduli Lindungi", ditanyain terus, kalau ingin lancar ya segera vaksin booster. Setelah melalui pemeriksaan seperti biasanya kalau mau naik pesawat, kami segera menuju ruang tunggu.
Perjalanan menuju ruang tunggu cukup jauh dan sebenarnya ada bogie car, dan kita bisa naik, gratis dan tidak capai, tetapi kami pilih jalan kaki, menikmati tembok-tembok sisi Bandara yang di design bagaikan tembok keraton, jadi..seperti suasana sedang menyusuri keraton.
Menunggu penerbangan Air Asia jam 7.50, kami hanya ngobrol ringan dan berkomunikasi dengan Kadek yang akan jemput di Bandara Ngurah Rai.
Take off, berdoa dan pasrah biar tenang.
Tidur, kebiasaan perjalanan di pesawat, tapi sayang untuk kali ini, perjalanan 80 menit Yogya-Denpasar sedikit terganggu keributan anak kecil dibelakang kami, tapi namanya anak kecil, ya sudah nikmati saja karena kita juga pernah kecil dan tentunya untuk diriku pernah memiliki anak kecil.
Alhamdulillah landing lancar dan lumayan mulus, sambil menunggu berhenti, akupun nikmati perjalanan dengan menulis ini.
Selamat datang Bandara Ngurah Rai, kami telah ditunggu oleh Mas Kadek untuk melanjutkan perjalanan menuju dermaga Sanur. Ternyata hari ini Denpasar-Bali belum terlalu ramai sehingga tidak mengalami kemacetan.
Kadek seperti biasanya driver merangkap guide yang ramah, kami diantar sampai dermaga pantai Sanur, setelah tiketing kapal cepat, kami mendapatkan jam menuju Pulau Nusa Penida di jam 13.00.
Liburan itu segala waktu dimanfaatkan, termasuk menunggu sampai jam pemberangkatan kami mengisi perut di "WARUNG MAK BENG" yang cukup terkenal dan ramai di area ini, untuk bisa makan saja kami harus mengantri.
Menu favorit Mak Beng terdiri Nasi, ikan laut goreng dan soup kepala ikan dengan harga yang sudah terpampang sebesar 55 ribu satu porsinya, rasanya ? Lumayan lezat, yah... semoga saja nanti naik kapal cepat tidak bikin mual-muntah.
Kalau yang ingin mampir kalau ke Bali, ini nih alamatnya, Warung Mak Beng jalan Hang Tuah no 43 Sanur Bali, dekat pantai ini, sambil makan semilir angin pantai dan deburan ombak terdengar sayup-sayup.
Perjalanan laut menuju Pulau Nusa Penida dimulai dengan Kapal Cepat Semabu Hills. Kapal dipenuhi turis mancanegara,. Kecepatan yang tinggi dan ombak yang besar membuat Kapal penuh dengan cipratan air, ya syukur saja tidak masuk ke dalam, jadi aman.
Setelah perjalanan selama 60 menit dilautan akhirnya kami sampai di Pelabuhan Nusa Penida, sore nanti semoga bisa menikmati sunset indah disini.
Kami rencananya akan menginap di Blue Harbour Beachfront Villas and Resto, sebuah hotel yang berada di pinggir pantai private. Selama trip perjalanan di Pulau Nusa Penida, kami telah melakukan kontak dengan holiday nusa penida, sampai di dermaga, kami dijemput oleh Pak Made, dan langsung dihantarkan mencari Masjid untuk sholat dhuhur sekalian jamak ashar. Untuk cerita trip berikut, nantikan serial di pulau Nusa Penida, ada apa saja disana. (By goens"GN)
Komentar(0)
Tinggalkan komentar