on 13 Februari 2022, 09:57
  • #REUNI

SEBUAH CATATN RINGAN TENTANG RUENI SELB FK ‘92

Membicarakan reuni, tak lepas akan membicarakan masa lalu dengan berbagai iringan ceritanya. Untuk bisa berangkat ke ajang reuni ada banyak berbagai macam alasan, mengobati rindu, ingin melepaskan penat dari keseharian sekarang, tetapi tidak jarang ajang reuni sendiri memberikan dampak yang tidak mengenakan setelahnya, misalnya dikala reuni selalu membicaranak kondisi saat ini, tinggal dimana, istri siapa, kerja dimana, alamat dimana, rumah berapa, apa mobilmu, apa kedudukanmu. Justru reuni hanya menjadi ajang pamer kondisi disaat ini, woi kondisi ini sebaiknya jangan sampai terjadi di kala sedang kita melakukan reuni. Ingat loh ya, perjalanan hidup seseorang itu berbeda, kadang ada yang lurus dan enak semulus jalan tol, walau kadang ada juga tol yang tidak mulus dan macet. Nah buat para penggemar reuni, kadang ada juga sahabat kita yang tidak seberuntung kalian, untuk berangkat saja sudah ada beban berat, banyak dipikirkan, semua dia hanya ingin bertemu kangen, untuk menggugah kerinduan dulu. Makanya bijaklah kalau kita menjalani reuni, bisa-bisa menempatkan diri. Intinya kalau reuni sebagai ajang untuk berkumpul mengenang lalu menjaga silaturahmi dan saling membantu yang tidak beruntung.

SeLB FK’92 juga beberapa kali melakukan reuni, terakhir di Dieng, kebetulan nih, guide reuni aku jalanin hanya demu itu, ngumpul, ramai, senang-senang. Genks Ngapak’s sebagai tuan rumahnya.

Sebuah cerita untuk memberikan gambaran buat kita semua, khususnya yang belum sempat membuat kehangatan seduluran kita dalam menjalin silaturakhim FK Undip ‘92. Sekedar cerita mengenai perjalanan ke Dieng mengulang cerianya 1995. Suhu Dieng yang menusuk tulang tidak menghalangi tekad untuk bertemu, membuat kehangatan SeLB 92.

Jalur Jakarta menembus Dieng dengan berbabai cara, Semarang dan Purwokerto serta Batang, bisa dilaluinya, itulah mereka dengan tekad untuk datang, tentunya dengan niat untuk bertemu, tidak mungkinlah kalau tidak diimbangi dengan niat yang kuat, ingat, hanya sebuah wacana.

Rombongan Bus besar, “Melaporkan rombongan Bus Semarang sedang menuju lokasi, kami diiringi nyanyian lago Rhoma, mohon disambut dengan hangat” suara riuh mengganggu laporan yang disampaikan rombongan dari Semarang, memang demikianlah kalau ngumpul. Semarang salah satu tempat ngumpul dari berbagai tujuan untuk terus melanjutkan ke Dieng.

Purwokerto, jelas tidak ketinggalan, jalur kereta api Jakarta-Purwokerto ikut meramaikannya, ada keluarga Prang, Weni, Ning, Bang Ucup, Dian, Tyas, ramai mereka menikmati mendoan yang jelas nylekanem. Ingin mendoan lagi....ayo ke Purwokerto. Bukan hanya mendoan, Mie Ongklok juga sempat menyertai enaknya perjalanan Purwokerto-Dieng.

Peserta reuni Dieng ini, ternyata cukup banyak, total lebih dari 100, Hotel Larasati Penuh dan sempat juga kita tempati 3 villa disekitarnya.

Aku yakin terbukti dan benar terbukti, “program membawa oleh-oleh tukar makanan” sesuai dengan perkiraan membeludak segala jajanan Nusantara datang, asinan kamboja Jakarta, rempeyek, mendoan, lunpia, kue lumpur, makanan khas kerawang, Slondok, tahu tegal, petis semarang, berbagai aneka roti dan berbagai macam jajanan tumpah. Saling berbagi? Dah pasti itu. Apa akibatnya ? Snack acara malam tidak dimakan dan dibagikan ke orang sekitar.

Biasalah kalau tidak heboh ya bukan 92 namanya, salah satu tag kita adalah tukar makanan yang benar-benar membludak, dan apa yang terjadi ditengah histerisnya salaman, pelukan, cipika-cipiki.

Kita semua terpana…wuah…kok kaya gini…sampai-sampai ketua panitia diomelin pihak hotel….”Tahu seperti ini nda usah pesen snack malem Pak” …wakakakakak….betul juga snack malam nda ada yang makan, tetapi habis juga kok untuk orang sekitar. Keceramian ini semakin asyik tatkala ada terikan “Aku minta ini yah,….aku ini, aku itu, ohhhh ini enaknya…..aku ini deh…heheheheh”, dan akupun dapat kue semprong karawang dan kerupuk slondok…wuah lezat banget,,,matur suwun sedulur 92, dan menjelang malam pun makanan sudah hampir hilang separo menuju kamar masing-masing, oh ya…juga buat karyawan hotel sebagian.

Malam setelah Maghrib…kita berkumpul di aula TIC untuk untuk lebih meramaikan agenda kita…apa hayooo ? (bergaya foto bersama yang pasti…xixixi). Sesuai rundown acara kita mengadakan pertemuan 92, apa hasil pertemuan ini (pertemuan ini asyik….tapi ada yang boring juga,,,karena sound systemnya nda jelas…wakkak)

Acara malam di alua TIC diakhiri dengan foto bersama, dan munculah sifat kekanak-kanankan yang asli…contoh MTH….hahahahh, dan bener juga snack tidak dimakan, ya habis gimana…..makan malamnya juga menambah jreng disuasana dingin, ada soto sapi yang lezat, ada kambing guling yang membuat panas di saat dingin. Ada kopi hitam, teh hangat dan jahe susu.

Golden Sunrise Sikunir, kita telah janjian yang berminat untuk kumpul di halaman hotel larasati jam 02.30 wib untuk menuju bukit Sikunir, ternyata tepat waktu kita berangkat…dan Alhamdulillah kita semua menikmati indahnya keagunganNya…jam 07.00 kembali ke hotel untuk sarapan paggi.

Habis sarapan pagi, setelah bebersih dilanjutkan dengan wisata Dieng, rencana menuju 4 obyek wisata, tetapi kita hanya nyandak di 2 obyek wisata, yaitu di komplek Candi Arjuna dan Batu Pandang Ratapan Angin, dua tempat ini asyik banget loh, yang satu mengenang sejarah dan kehebatan bangsa terdahulu, satunya melihat indahnya telaga warna dan sekitar dari atas bukit. Inilah mengapa kita keburu waktu karena jam 12.30 kita harus sudah keluar alias ceckout hotel, setelah makan siang kita cekcout dan kembali kerumah masing-masing, untuk kembali ke rutinitas sehari hari.

Beberapa sahabat SeLB 92 membuat testimoni, pertemuan kita kali ini sangat menyenangkan membuat jadi fresh, tambah akrab dalam suasana 92. Kami ngapak’s genk mengucapkan terima kasih atas dukungan dan peran serta temen SeLB 92, tidak lupa juga sesuatu pasti ada yang kurang sempurna, mohon dimaklumi….kalau kalian nda memaklumi nanti panitia berikutnya jadi takut…xixixixi, siapa yah….

Salam kompak 92, ayooo..yang belum sempat hadir…buang ego kalian untuk kembali bersama dalam keluarga besar FK Undip 92 guyub rukun selawase.

Tim Ngapak’s

by goens GN

Komentar(0)

Tinggalkan komentar