on 09 April 2022, 22:35
  • #ramadhan #sahabatsejati

RAMADHAN SEBAGAI BULAN INSTROPEKSI

Oleh : Igun Winarno

Assalamu’aikum wwarahmatullahi wabarokatuh

Alhamdulillah, rasa syukur serta puja dan puji kami panjatkan Allah, yang telah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bisa kembali hadir di bulan penuh rahmat, bulan penuh ampunan.

Salam dan sholawat untuk Nabi kita, Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan petunjuk jalan kedamaian, jalan kebenaran untuk bisa mengenal dan menjalankan perintah Allah SWT.

“Ya Allah, ya rabb ya ghofur, ya rahman ya rokhim, ampunilah kami dan senantiasa berikanlah petunjuk kepada kami untuk berada di jalan yang benar, jalan yang Engkau ridhoi dan ampunilah kami”

Bulan Ramadhan bulan untuk Intropeksi

Sahabat Ceria yang mudah-mudahan Allah SWT Selalu merahmatinya

Saya yakin kita pernah mendengar atau berkeinginan mempunyai, apa yang namanya sahabat sejati. Banyak orang mendefinisikan terkait sahabat sejati ini,

  • Ada yang mengatakan dia yang selalu ada, saat kita membutuhkannya,
  • Dia yang selalu mau untuk saling membantu,
  • Bersama dia kita bisa 100%,
  • Bisa mencintai tanpa syarat...

Benarkah realitanya shabat sejati itu demikian ?, ternyata kadang kita dibuat kecewa, karena keadaan, dia dan kita lupa persahabatan, karena tekanan, kita menyerah dan mengabaikan persahabatan, karena percintaan, semua musnah entah berantah. Segala cerita dan rahasiapun kadang buncah, menyebar luas bagaikan banjir bandang di tengah kemarau, yang tak mampu kita tahan di jaman medsos ini.

Itu kita katakan sebagai sahabat sejati !!

Kadang kita lupa, atau memang tidak mau mengenal-Nya, siapa sahabat sejati sesungguhnya!

Kadang kita tersenyum memandang diri kita di cermin kehidupan, merasa seolah kita ini orang yang hebat malah mungkin diembel-embeli kata paling, orang yang baik, orang yang taat.

Siapa yang merasa dirinya hebat ? memang benarkah kita hebat ?, tidakkah kita hebat karena mendapat bantuan dari-Nya

Siapa yang merasa dirinya baik ? memang benarkah diri kita baik ?, tidakkah kebaikan yang nampak dalam diri kita karena Dia menutupi keburukan diri kita

Siapa yang merasa dirinya taat ! jangan belagu mencibir orang lain yang menurutmu belum taat, “Tuhan maha membolak-balikkan hati”, syukuri ketaatan yang telah Dia berikan, syukuri kemudahan yang telah Dia berikan kepadamu dalam beribadah, tetapi berhati-hatilah.

Teman sejati adalah teman yang akan selalu ada untukmu, apa pun yang terjadi. Bersama Dia kamu bisa menjadi 100% dirimu sendiri, dan Dia akan tetap mencintaimu tanpa syarat, bersama Dia engkau akan merasa aman dan tenteram.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

wa huwa ma'akum aina maa kungtum, wallohu bimaa ta'maluuna bashiir

 "Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hadid 57: Ayat 4)

Allah berfirman: “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.” [Thaahaa/20:46].

“Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati."(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 7)

Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 8)

Mengapa kita tidak mau memanfaatkan dan menjadi sahabat sejati DIA, menjadikan DIA tempat berkeluh kesah, tempat meminta bantuan, menjadikan teman dimanapun kita berada karena DIA yang selalu ada, yang selalu mau memaafkan dikala kita berbuat kesalahan.

Sahabat ceria yang di muliakan oleh Allah SWT

Inilah sepenggal pengingat khususnya bagi penulis, dan semoga ada manfaatnya bagi yang berkenan mau membacanya. Dengan dengan segala keterbatasan, dan kelemahan diri penulis, marilah kita berjalan bersama beriringan untuk bisa bertakwa kepada Allah dan kita bisa menghadirkan DIA Allah SWT dalam setiap kegiatan kita dan menjadikan Allah sebagai sandaran dalam setiap kita berpikir, bergaul, melangkah dan berpijak dalam kehidupan ini, semoga kita menjadi manusia yang beruntung, manusia yang bertakwa. Aamiin.

“Subhaanakallaahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika”

Yang artinya adalah : “Maha Suci Engkau Ya Allah & segala puji bagi-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampunan dan bertaubat pada-Mu.”

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq

("Allah adalah Dzat yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya.")

Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

by goens GN

Komentar(0)

Tinggalkan komentar