RAJA LIMA DAN RUMAH POHON
Setelah menikmati sarapan pagi dan memastikan kami akan menginap di Blue Harbour Beachfront Restaurant & Villa lagi, Pak Made Darmawan telang menunggu kami untuk melanjutkan menjelajah keindahan lain yang ada di Nusa Penida.
Kali ini kami akan awali dengan petualangan ke Raja Lima dan dan Rumah Pohon. Menurut google Map, jarak dari hotel kami menuju area ini sekitar 27 km dan akan ditempuh selama 58 menit.
Lets go… kami mulai trip hari ini, perjalanan menuju area yang kami tuju, cukup membuat adrenalin naik, pertama jalanan menyusuri pesisir pantai yang indah, kemudian jalanan mulai menanjak serta berkelok-kelok.
Perjalanan ini memberikan pemandangan yang cukup menakjubkan, perbukitan di pinggir pantai dan kelokan jalanan yang indah serta kadang menemui pepohonan yang rindang selama di perjalanan.
Setelah mencapai sekitar 20 km, kami menemukan pertigaan, ke kiri ke arah Raja lima, Atuh beach dan Diamond sedangkan kekanan akan memutar untuk menuju bukit teletabie dan pantai sisi Barat Pulau Nusa Penida.
Sedangkan Raja lima dan Rumah Pohon berada di pantai sisi timur, tentunya kami mengambil jalan ke sisi kiri. Mulai sekarang jalanan tidak menanjak lagi tetapi mulai ke arah menurun, ada beberapa turunan terjal yang harus kami lalui, tetapi Pak Made Daramawan cukup lihai membawa kami.
Sampailah kami di area Raja Lima, mengapa sih disini dinamakan Raja Lima, cerita keindahan disini tidak kalah dengan keindahan Raja Ampat, ini yang kami tanyakan ke orang-orang Nusa Penida dan beberapa tulisan mengenai travelling ke Raja Lima.
Begitu sampai langsung terhampar pemandangan yang menakjubkan hamparan laut kebiruan dengan gugusan pulau-pulai kecil yang menjulang tinggi di lautan, memang betul, gugusan pulau bebatuan ii menyerupai Raja Ampat.
Kami memasuki area parkir, setelah mempersiapkan segala kebutuhan dan tentunya kamera, kami memulai memasuki area trip Raja Lima, dan dari parkir harus jalan memutar, untuk melewati posko pengarahan, tentunya tiketing untuk berfoto do Coco Cliff dan Area Rumah Pohon, kalau mau berfoto di area itu tiket ini salah satunya berfungsi sebagai antrian, harganya lumayan untuk Coco Cliff sebesar 50 ribu dan Rumah pohon 75 ribu.
Oh ya, yang berkenan menginap disini, ada penginapan Diamond Beach dengan langsung menghadap ke gugus kepulauan, banyak warung makan disekitar sini.
Pertama kami memandangi gugusan pulau-pulau yang menjulang tinggi di tepi tebing yang curam, disisi kanan tergambar sebuah tebing ke lautan yang sedang di olah, menurut konon kabarnya akan dibangun sebuah resort.
Ada sebuah petunjuk arah yang bisa dijadikan spot area foto yang bisa menunjukkan kita sedang berada di Raja Lima. Kami sempat diskusi panjang antara kuat dan tidak untuk menuju ke Rumah Pohon, akhirnya kami sepakat untuk turun dan kami turun menyusuri tangga demi tangga yang curam, memang inilah sisi yang mengasyikkan di sini, sambil menuruni tangga sambil menikmati indahnya pemandangan alam disini.
DI sela-sela menuruni tangga berbagai sudut kami ambil gambar sebagai dokumentasi. Terpampang lautan lepas biru yang cukup menyejukkan, walau sejatinya terik matahari sangat menyengat.
Rumah Pohon salah satu area yang menarik untuk berfoto, ada sebuah pohon besar yang dipangkas di area tebing kemudian didirikan rumah panggok diatasnya, kalau pernah ke Malang, seperti itulah sejatinya, yang membedakan ini di tepi laut tebing yang curam.
Selepas puas mengambil foto, kami persiapan untuk kembali ke atas, terbayang sudah, yang akan kami lalui, tangga yang curam dan tinggi.
Buat para traveller yang keren, harap dipertimbangkan bila mempunyai problem pernafasan dan jantung, tangga nya, tinggi-tinggi dan sempit antara undangan satu dengan lainnya, sehingga memerlukan tenaga, lutut yang kuat, hehehhe, yah....sempat anak gadis kepayahan dan hampir muntah, kesalahan kami, ya tidak membawa air minum, untung saja Pak Made Darmawan naik membelikan kami air minum dan turun kembali.
Perjalanan menuruni dan menaiki tangga yang cukup melelahkan bisa kami lalui juga. Warung didepan setelah sampai di atas menjadi titik fokus kami, segera menuju kesana, es kelapa muda utuh seharga 25 ribu segera kami pesan, untuk membasahi kerongkongan mengatasi rasa haus dan mengembalikan tenaga yang hilang.
Alhamdulillah, si Adek sudah mulai merasakan enak, dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju trip Diamond Beach dan Atuh Beach. Apakah disana melelahkan atau tidak kita ikuti tulisan berikutnya. (By goens"GN)
Komentar(0)
Tinggalkan komentar