on 06 November 2023, 21:34
  • #igunwinarno #guru #anestesi #ketenangan #hebat

"PETUAH SEORANG GURU"

Ini kisah tentang hidup, belajar dari apa yang kita lihat dan kita dengar. Kisah ini kudapatkan disaat aku menjalani pendidikan untuk menjadi dokter spesialis anestesi. Tentang Guru, pembelajaran hebat dan sebuah rasa kagum.

Al kisah, sore itu seorang pasien dengan kelainan jantung dan penentuan tingkat resiko anestesi pada skor ASA 3 (kondisi lumayan berat), aku lihat dan aku perhatikan pasien ini begitu tenang, hemodinamik (tekanan darah, nadi dan pernafasan stabil). Kondisi seperti ini sudah sering aku perhatikan, tetapi selama ini aku hanya mengamatinya. Pasti ada rahasianya, itu yang terpikirkan oleh ku. Sore ini rasa penasaran ku sudah berasa pada titik nadir, aku harus tahu, dan itu akan terjawab kalau aku bertanya.

Akhirnya aku beranikan diri untuk bertanya, karena menurut ku, ini adalah ilmu kehidupan.
"Dokter....ijin bertanya, boleh tidak, Dok?" masih dengan keraguanku, beliau memandangku dan tersenyum. Suasana sekitar jadi hening, ada apa ini? Ya inilah lingkungan pendidikan.

"Ada apa Dek..." cesss bagaikan saat pintu lemari es dibuka, terasa dingin, sebuah harapan semakin terasa terbuka untuk bisa banyak mendapatkan ilmu kehidupan. "Dokter, saya sering mengamati pasien-pasien yang dokter bius, sering pasien-pasien jelek, tetapi saya lihat pasiennya tenang dan hemodinamiknya selalu stabil, kalau diizinkan, rahasianya apa ya dok?" dengan harapan yang besar akan mendapatkan salah satu jurus hebat membius pasien. Beliau tersenyum, "Masa sih, Dek Igun!", saya hanya tersenyum sambil memandang beliau, menunggu kalimat berikutnya.

"Dek Igun, tidak ada pasien, yang tidak cemas kalau mau menghadapi operasi. Ini kata kunci dan mereka ini membutuhkan keyakinan, keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja" Berhenti sejenak, dan aku tetap menunggu kelanjutan wejangannya. 

"Pasien butuh cerita dan kitalah harapan mereka, maka dengarkan apa yang mereka ceritakan, setelah mereka puas bercerita, inilah saatnya kita berbicara" sambil memandangku seolah ingin melihat, aku percaya atau tidak, tentunya aku hanya mengangguk, sebuah anggukan kepatuhan seorang murid dengan gurunya. Beliaupun melanjutkannya.

"Yang harus menjadi fokus perhatian kita, pertama ya kita nitakan pada diri kita bahwa kita ingin membantu pasien-pasien kita, kedua jauhkan dari kesombongan dengan menyatakan pasti selamat, yang ketiga, sebuah kesempatan kita menjadi ustad, kapan lagi kalau bukan saat kita berhadapan dengan pasien", Beliu pun tersenyum dan terus melanjutkannya.

"Jadi kita harus mengingatkan kepada pasien bahwa kita saat ini, sedang berada dalam ranah usaha, ikhtiar, berbuat kebaikan, dan nantinya yang akan menyembuhkan, yang akan menyelamatkan, ya yang merencanakan, yaitu Allah. Jadi jangan takut, insyaallah saya selaku dokter sudah diberikan ilmunya, semoga Allah ridho dengan usaha kita, dan diberikan kelancaran, begitu Dek Igun." Beliau tersenyum memandangku dan masih melanjutkan, "Biasanya setelah kita mau mendengarkan pasien, memberikan keyakinan dan nasihat, pasien akan tersenyum, dan tentunya harapan kita secara emosional pasien tenang dan ini akan sangat membantu proses kelancaran pembiusan dan operasi"

Wuah....inilah ilmu kehidupan sebagai seorang dokter anestesi. "Dokter, terima kasih....." tak kuasa aku melanjutkan kalimat lain, kekaguman dan rasa puas serta rasa syukurku telah bertemu dengan seorang Guru kehidupan. Beliau ini adalah Dr. dr. Heru Dwi Jatmiko, SpAn, KAKV, KAP., guruku yang banyak mengajarkan ketenangan, terima kasih dokter.

By Igun Winarno

Komentar(0)

Tinggalkan komentar