VALUES LEADERSHIP
Kehidupan didunia ini selalu dihadirkan seorang pemimpin, untuk menjadikan hidup ini lebih terarah, teratur dan tertib dalam kehidupan berkelompok. Tetapi perlu dingat bahwa setiap manusia merupakan pemimpin, dan setiap tingkat kepemimpinan akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Ini sebagaimana dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori bahwa dari Ibnu Umar RA dari Nabi SAW sesunggguhnya bersabda: setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah pemimpin atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin atas anggota keluarganya dan akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri adalah pemimpin atas rumah tangga dan anak-anaknya dan akan ditanya perihal tanggungjawabnya. Seorang pembantu rumah tangga adalah bertugas memelihara barang milik majikannya dan akan ditanya atas pertanggung jawabannya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya atas pertanggungjawabannya (HR. Muslim). Hendaknya kita menyadari betul ini dan selalu belajar untuk bisa menjadi pemimpin yang baik, pemimpin yang adil pada setiap peran yang kita jalani.
Menurut buku Master Leadership yang diambil dari buku Glenn disebutkan bahwa definisi mengenai kepemimpinan itu banyak sekali, secara umum dikelompokkan menjadi, yang pertama sebagai proses peregerakan kelompok, kedua merupakan seni untuk mempengaruhi, ketiga kepemimpinan sebagai pembedaan kekuasaan, deferensiasi peranan dan inisiasi struktur. Diterangkan pula mengenai definisi kepemimpinan sebagai suatu proses menggerakkan (inducing) untuk mencapai sasaran atau tujuan bersama. Model kepemimpinan seperti ini mencakup konsep relasi (relational concept), suatu proses, keteladanan atau rule model.
Kepemimpinan Pribadi
Kepemimpinan pribadi atau self leadership merupakan sebuah karakter, atau kemampuan untuk mempengaruhi diri sendiri dengan segala upaya menuju sesuatu yang telah ditargetkan. Pada saat kita bisa menguasai diri kita sendiri dengan baik, biasanya kita akan mudah beradaptasi dengan kondisi apapun, keadaan ini akan menunjang dengan mudah pula jalan kita menuju kesuksesan. Bagaimana caranya menumbuhkan self leadership yang keren, mantap dan oke.
Langkah pertama, perlu kita sadari bahwa hidup ini harus mempunyai arah, apa yang akan kita tuju, apa yang ingin kita gapai harus sudah jelas terpapar didepan kita. Jadi kita harus mempunyai tujuan hidup. Langkah kedua, kemapuan identifikasi kekuatan dan kekurangan dalam diri kita, lakukan analisis dan sadari betul kekuatan itu dan kembangkan serta kesanggupan untuk menekan segala bentuk kekurangan atau menutupinya dengan kekuatan yang kita miliki. Ketiga menumbuhkan keyakinan bahwa apa yang menjadi tujuan itu memang layak untuk diperjuangkan, sehingga kita mempunyai daya ledak, semangat untuk terus bergerak. Keempat lakukan aksi dengan banyak belajar, mengembangkan diri, membiasakan bahasa program dalam diri sendiri dan selanjutnya lakukan instropeksi sebagai bahan evaluasi.
Kepemimpinan terhadap diri sendiri yang telah berhasil, ada kemungkinan akan menunjang untuk menjadi seorang pemimpin yang jauh lebih besar. Bangun diri sendiri dengan baik, kuatkan suara hati yang muncul, untuk bergerak sesuai dengan arah yang ada, karena suara hati itu suara murni, suara bisikan Illahi dan suara hati itu memiliki kecenderungan untuk bergerak sesuai dengan sifat-sifat yang baik, sikap adil, penuh kasih sayang, kebersamaan, kompeten, jujur, berkarakter, sabar, saling menolong, transparan, kebersamaan, bekerja keras dan disiplin.
Setelah memahami suara hati, mari dalam diri kita, kembangkan sikap ihksan, menyadari betul bahwa setiap detik dan waktu, gerakan tangan kita, mulut kita, pikiran kita, hati yang tersimpan itu selalu di monitor oleh Allah SWT, selalu diawasi, maka kondisi ini akan semakin menunjang dan menguatkan untuk mengikuti suara hati yang muncul. Sifat-sifat yang demikian, bila kita berhasil memupuk dengan baik, maka akan bisa menjadi tameng sifat yang penuh dengan kemalasan, ketidakadilan, permusuhan, iri dan dengki, ketertinggalan, pertentangan. Inilah sebuah teladan yang akan dengan mudah sekali menjadi modalitas kita untuk memimpin dan menggerakkan sesorang sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Kapasitas sesorang untuk terus berkembang dan belajar akan menentukan kemampuan atau kapasitas dia untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat.
Kemampuan untuk menggerakkan sesorang juga dipengaruhi oleh body languge seseorang. Sikap tubuh kita akan mudah mempengaruhi seseorang dibandingkan secara verbal. Gesture tubuh yang halus, tidak grusa-grusu, menyakinkan, menghargai, dikuti dengan eye contact yang baik, juga ekspresi wajah yang bersahabat dengan senyuman ditambah dengan kemampuan bicara yang baik akan sangat menopang keteladanan yang sudah muncul dalam kepemimpinan pribadi kita.
The 5.0 Leader-the art of managing millenial sebuah buku karya Ryan Marian menyebutkan bahwa ada lima level kepemimpinan, level pertama positional leader, yaitu sebuah kempemimpinan tanpa proses, atau kebetulan kita berada di posisi itu. Kondisi ini banyak terjadi dalam kehidupan birokrasi, kepemimpinan yang tidak ditunjang kemampuan, sehingga terjadi ketimpangan nyata perilaku di depan dan di belakang. Kepemimpinan disini biasanya personal merasakan berada di dalam zona nyaman, sangat rendah keinginan untuk meningkatkan kemampuan dan level kepemimpinannya.
Level kedua permission leader, kondisi ini lebih baik dibandingkan yang pertama, sudah mulai ada penerimaan pola kepemimpinannya, adanya interaksi, tetapi tingkat kelemahan utama pada hasil, biasanya menghasilkan output yang kurang memuaskan.
Level ketiga, production leader, jadi kepemimpinan yang kedua bukan hanya sekedar tebar pesona dan mendapatkan interaksi dengan tim, tetapi sudah mulai berbicara apa yang bisa kita hasilkan. Hubungan bathin di tingkat kedua harus dilanjutkan dengan menggerakkan siapa yang dipimpinnya untuk meningkatkan produktivitas masing-masing.
Level keempat, people development leader, seorang peimpin harus bisa terus berkembang dan memandang pembangunan sumber daya manusia sebagai modalitas untuk mempercepat mencapai hasil. Coaching adalah kata kunci, yaitu suatu proses untuk membuka diri setiap unsur untuk meningkatkan potensi kinerja, harus diimbangi dengan mau sebagai konselor, atapun mentoring. Jadi bukan hanya hebat dan keren sendiri bagaikan superman, tetapi membangun pondasi yang kuat semua unsur untuk bisa menjadi superteam yang hebat, inilah seorang people development leader.
Level kelima, pinnacle leader, inilah level tertinggi tingkat kepemimpinan yang telah di capai. Seuatu hal masih terus bisa dirasakan dan tetap berada dalam kondisi yang sama atau malah terus lebih berkembang walau telah kita tinggalkan. Bunga mawar dimanapun akan selalu harum dan enak dipandang, sedangkan intan berlian dimanpun tempatnya akan selalu dapat menggerakkan hati dan nilai jual yang mahal.
Kalau kita bisa menilik proses level kepemimpinan seperti ini, jelas menggambarkan bahwa sebuah masalah yang ada dalam sebuah organisasi akan mudah dipecahkan apabila pemimpin dan siapa yang dipimpin mengerti posisinya masing-masing, karena karakter yang sudah terbentuk bahwa semua apa yang telah dan akan kita kerjakan beregrak menuju titik yang sama.
Sebagai bahan referensi, dalam buku Seni Menjadi Pemimpin Sejati, dituliskan bahwa untuk kita bisa sampai tahap pinnacle leader, kita bisa menerapkan sistem GROW Leader-Kepemimpinan yang selalu bertumbuh.
Gain knowledge, seorang untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang hebat, harus selalu mau bertumbuh, berkembang, dengan belajar, mmebaca, melihat dan mendengar. Seorang pemimpin sejatinya adalah seorang murid, lingkungan sekitar kita, buku adalah guru inspirasi untuk terus berkembang. Seorang pemimpin jangan terlalu sibuk dan terlalu banyak dilakukan sehingga mengenyampingkan sekitar untuk bisa menjadi pembelajaran, sempatkan itu kata kuncinya.
Reach out of order, kemampuan untuk dapat menjangkau orang lain, sebagai seorang pemimpin harus mampu sebagai rule model dengan kemampuan membantu orang lain. Kalau sebelumnya seorang pemimpin sebagai murid, kali ini seorang pemimpin harus sanggup sebagai seorang guru atau partner. Seorang pemimpin, perannya adalah mengajar, baik itu dengan membagikan informasi atau dengan memancing pertanyaan. Jangan remehkan setiap pribadi yang bertanya, karena dengan pertanyaan dia, semua orang menjadi mengerti bagaimana seharusnya.
Open your world, seorang pemimpin harus berani dan bisa membuka dunia, apa itu artinya ? Seorang pemimpin harus mengetahui tentang segala sesuatu, memperluas pengalaman kehidupan, pengalaman kepemimpinan, bisa juga melalui pergaulan. Berjalan dengan membantumu itu membantuku.
Walk toward wisdom, terus bergerak menuju kebijaksanaan. Inilah puncak bertumbuh sebagai seorang pemimpin, menuju kearifan, mempunyai sifat kebijaksanaan dalam mengambil setiap keputusan. Kebijkasanaan merupakan penerapan pengetahuan, kecerdasan, pengalaman dan penilaian, serta pemilahan untuk dapat mengambil keputusan yang tanpa mengabaikan suara hati. Selama kita dalam berproses dan mau terus belajar dan mengambil hal-hal positif dengan tanpa mengabaikan suara hati, maka kemungkinan terbesar kearifan dalam diri kita akan muncul untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang disenangi, dikangeni, berproduksi dan membuat sejarah.
by goens GN
Komentar(0)
Tinggalkan komentar