on 09 Maret 2024, 11:40
  • #inovasi #igunwinarno #publik #rsudajibarang

INOVASI SEBUAH NILAI DIRI

Pagi yang sendu iringan embun yang lembut sampai sedikit membasahi kaca mobilku.  Aku menyusuri jalan menuju rumah sakit. Agenda di hari ini cukup keren, menggugah SDM agar bisa menghasilkan sesuatu yang optimal.

Kebetulan materi yang diminta dalam pertemuan kali ini tentang Inovasi. Sebagai pembukaan dalam presentasi, aku ingin menggugah mindset mengenai sebuah nilai atau value dari yang di capai. Nilai atau value akan terlihat dan terasa dari proses untuk terus tumbuh dan berkembang. Inilah salah satu konsep inovasi untuk mencapai hasil optimal, berkembang dan terus berkembang.

Satu pertanyaan apakah seseorang yang inovatif merupakan orang yang visioner? Sikap inovatif akan mencakup pemahaman masa lalu, masa kini dan masa akan datang. Masa lalu maksudnya bahwa sikap inovatif sudah semestinya didukung atau diawali adanya kemampuan mempersiapkan diri dengan baik, menentukan tujuan mau dibawa kemana, mengidentifikasi apa yang dibutuhkan, apa kemungkinan kendala yang dihadapi (resiko).

Pada tahap selanjutnya sikap inovatif bersumber dari kemampuan masa kini untuk melakukan monitoring dan evaluasi pada kegiatan yang sedang dijalankan. Sikap ini semestinya akan mendukung ditemukannya masalah yang bisa mengganggu tercapainya tujuan. Sikap inovatif tumbuh dari rasa ingin kembali mewujudkan target atau tujuan di awal agar tercapai lebih otimal. Kondisi inilah yang akan memunculkan sikap inovatif untuk lebih mengembangkan diri, agar tujuan diawal bisa tercapai lebih baik lagi. Inilah sebuah sikap inivasi muncul diawali dari adanya sebuah masalah dan muncul inovasi agar bisa tumbuh lebih baik.

Masa yang akan datang tentunya sebuah proses yang akan terus berjalan dan berkembang. Sikap inovatif dan inovasi juga bisa membuat sebuah organisasi yang terus dinamis berjalan untuk bisa memberikan kepuasan sebagai output untuk para pelanggannya.

“Dokter Igun, bagaimana cara menumbuhkan sikap inovasif?”

Ini sebuah pertanyaan yang menarik tentunya dan semestinya setiap pribadi bisa membangun diri untuk terus berkembang.

Firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah ayat 30 bahwa Allah telah menunjuk manusia sebagai khalifah di bumi. Kondisi ini semestinya bisa menumbuhkan sikap yang positif bahwa manusia itu diciptakan sebagai makhluk yang sempurna dan bisa. Sikap positif inilah yang harus tertanam.

Setelah mempunyai keyakinan bahwa kita bisa, tentunya dilanjutkan dengan kemampuan dan kemauan akan sikap literasi yang baik, yaitu membaca, membaca, membaca, memahami dan bisa menyampaikan atau merangkum sebagai modalitas bila dibutuhkan untuk menumbuhkan sikap inovatif.

Kedua adalah rasa. Bagaimana kita bisa mempunyai keinginan untuk tumbuh akibat rasa empati akan kondisi sekitar, misalnya pasien yang lama menunggu, kita mempunyai rasa kasihan dan menimbulkan pola pikir bagaimana pasien bisa cepat dilayani dan bisa cepat pulang, rasa bagaimana bisa menjamin petugas, pasien dan lainnya bisa mempunyai rasa aman di rumah sakit.

Sikap inovatif juga ditopang kemampuan untuk melakukan networking atau membangun jaringan korelasi dengan baik. Bertanya, berdiskusi atau hanya sekedar obrolan ringan di warung kopi, bisa menumbuhkan pola pikir yang inovatif dan munculah inovasi yang baik.

Hanya itukah? Tentunya hal lain yang bisa ditumbuhkan adalah pola pikir yang positif dan semangat yang keren untuk bisa menopang pencapaian tujuan yang optimal.

Sekarang menurut kalian inovasi sendiri itu apa? Banyak orang mendefinisikan tentang inovasi ini, diantaranya inovasi didefinisikan sebagai suatu sikap pengembangan sekaligus implentasi atas gagasan baru. Hal lain dalam inovasi pelayanan publik didefinisikan sebagai terobosan jenis pelayanan berupa gagasan/ide kreatif orisinal dan atau adaptasi/modifikasi yang memberikan manfaat langsung atau tidak langsung bagi masyarakat. Ini seperti yang dipresentasikan oleh Dr. Drs.R.Slamet Santoso,Msi. dalam pertemuan di RSUD Ajibarang membangun jiwa inovatif.

Pengembangan inovasi dalam pelayanan publik juga hendaknya berorientasi kolaboratif, dalam unsur internal dan eksternal. Bagaimana suatu masalah bisa digali dari sumber internal dan eksternal, munculah sebuah inovasi bagaimana bisa memuaskan unsur internal dan eksternal.

Manusia itu selalu bergerak dan berkembang maka bangunlah selalu dengan jiwa dan pola pikir yang inovatif untuk membuat jalan organisasi menjadi lebih baik dan bisa memberikan manfaat yang lebih besar untuk masyarakat.

By Igun Winarno

Komentar(0)

Tinggalkan komentar