on 15 Februari 2022, 08:25
  • #motivation

YUKS TERUS BERTUMBUH

Baca buku “Growth Mindset”, jadi teringat jaman dahulu. Memang tidak enak kalau merasakannya, pagi itu sebelum matahari terbit di ufuk timur. Aku telah melangkahkan kakiku menuju jalan yang biasa aku lalui kalau mau berangkat sekolah, tidak jauh sih untuk sampai jalan raya, hanya sekitar 500 meter, tetapi harus melalui menyeberang dua sungai yang besar, ini kalimat yang dahulu aku ucapkan kepada seseorang yang kini telah melahirkan dua anakku, kalau mau ke rumahku. Tetapi memang benar, jalan menuju jalan raya dari rumah ku, harus dilalui dengan menyeberangi dua sungai yang besar, sungai ini pusat kehidupan di kampung ku. Masih jernih airnya, begitu sejuk di kala pagi, kalau pagi berbondong rakyat desa menuju sungai untuk mandi dan lainnya, suangainya besar dan banyak bebatuan, banyak pohon besar tumbuh di pinggir sungai, menambah rimbun dan selayang pandang sungai ini. Kalau pas hujan juga besar, kadang tampak menakutkan, tetapi aku dahulu biasa bermain dengan menggunakan ban dalam truk, atau sekarang orang mengatakannya arum jeram, dan tidak merasakan takut sama sekali, mungkin karena tidak tau akan bahaya yang mengancam, takutnya hanya kalau muncul wajah orang tua kita mengacungkan tangannya dari ujung atas jembatan yang menyeberangi sungai, segera menepi dan lari menuju rumah masing-masing, itu dahulu, tetapi ini cerita lain.

Aku berangkat menuju jalan raya dan menunggu angkutan yang lewat, kota Purwokerto yang aku tuju, tetapi khususnya sebuah universitas di sana yang aku tuju. Aku datang pagi-pagi hanya ingin melihat pengumuman ujian masuk perguruan tinggi negeri. Enatah mengapa hari itu aku begitu percaya diri diterima, padahal jelas aku bukan berasal dari sebuah SMA Favorit, tetapi sebuah SMA baru di perifer, mungkin karena tekad dan setiap malam aku melihat ihtiar Bapak Ibuku jadi aku begitu percaya diri untuk bisa diterima. Pengumuman saat itu tidak seperti sekarang, sistem online, tinggal masukin nomer dan tahu diterima atau tidak. Kalau dahulu kita pagi-pagi harus berebutan koran dan hanya sebentar langsung habis, asal tahu saja, koran itu harganya sudah naik berkali lipat.

Aku memilih melihat pengumuman di papan pengumuman disana, ramai sih dan saling berebutan untuk melihat, aku pun berhasil menerobos dibarisan depan, melihat nomer dengan merunutkannya, ternyata ada yang cocok sesuai dengan nomer ujianku, terpampang dengan jelas tetapi aku belum tahu kode fakultasnya apa, setelah aku cek kembali ternyata fakultas kedokteran. Aku diam saja, bukan karena apa, karena antara sadar percaya atau tidak, sampai ada seorang disebelah menegur, “Mas, gantian, gimana keterima atau tidak” baru aku tersadar. Alhamdulillah, rasa syukur-ku hanya dihati dan terucap hanya dengan keluarnya air mata ku dari sudut mata yang telah lelah.

Akupun mengabarkan kabar gembira ini, tetapi banyak ragam pendapat mengenainya, walau secara umum semuanya senang. “Wuah, kuliah dikedokteran khan mahal, bagaimana ini, apa bisa sampai selesai!”, seketika aku terkaget dengan pernyataan ini, membuyarkan impian ingin terbang tinggi selama ini, karena ini memang tidak salah, benar sekali. Akupun terdiam dan suasana saat itu pun kembali menjadi hening, tetapi inilah jiwa pembangun mindset tumbuh yang aku miliki di diri orang tuaku, “Dunia ini tidak ada yang mahal, selama kita berusaha, aku bapak mu, akan mengantarkan mu menjadi dokter bagaimanapun caranya, jadi apapun caranya bapak mu siap mendukung mu” seketika aku tersadar, “Iya bener juga yah, tugas kita bukan pasrah sebelum bergerak, tetapi terus bergerak untuk mencapai pasrah yang hakiki” aku tersenyum melihat semangat bapak ku.

Inilah sebuah mindset tumbuh yang perlu dipahami para orang tua dan orang-oarang yang berkenan menyempatkan waktunya membaca ini, bagaimana bisa membangunkan jiwa optimis orang-orang disekitar kita untuk terus berjuang, menggapai mimpi.

Sudah bukan saatnya kita bicara,”Itu tidak mungkin kamu lakukan, kamu tidak ada bakat” mari kita rubah dengan, “Kita belum tahu takdir kita sebelum kita berusaha, ayo berusahalah dengan tegar untuk menggapai mimpimu, Insya Allah Tuhan bersama kita”

“Ngapain sih ribet-ribet, tugas kita ya layani pasien dan dapat jasa selesai toh” itu mindset lama, mari kita rubah mindset ini dengan kita lebih banyak melihat, bertemu orang, tebarkan kebaikan, tebarkan kegembiraan disana dan saya yakin mindset berpola pikir “Dunia ini luas bukan hanya sekedar pasien dan jasa tetapi ada teman yang butuh bahagia, ada administrasi yang butuh rapi, ada senyum yang merupakan ibadah termurah, ada tangan yang bisa selalu menebarkan kebaikan dengan ringan memberikan bantuan, dunia ini luas, ayo berubah jangan hanya sekedar melayani pasien dan jasa.”

“Saya yakin kamu bisa melakukannya, karena kamu bisa”, kalau belum saat ini saya selalu yakin entah esok, entah lusa entah tahun depan kita pasti bisa melakukannya, asal terus kita berusaha untuk mencoba.

“Selalu berkembanglah dimanapun kamu berpijak, kadang yang terbaik itu muncul ditempat kamu berpijak sekarang, maka sadarilah dan mulailah”

By goens GN

Komentar(0)

Tinggalkan komentar