GAIRAH MENULIS DAN KUTUKAN BUKU PERTAMA
Konotasi kata gairah, tentunya sesuatu hasrat atau gairah terkait hal yang menyenangkan dan membuat kita bahagia, bukan justru sebaliknya, membuat kita tertekan ataupun malah jadi diam tak bergerak. Kalau kita hubungkan dengan menulis pun demikian, jadikanlah gairah menulis itu sesuatu hasrat atau dorongan yang menyenangkan. Sepertinya kondisi ini akan membuat banyak ide dan inspirasi hebat yang bisa kita jadikan landasan dasar untuk bahan menulis.
Menulis sering diorientasikan dengan buku atau novel. Kalau dikaitkan dengan ini, tentunya sebagai penulis harus mempersiapkan dirinya dengan baik. Tujuan mengapa kita menulis, tentunya menjadi prioritas, kerangka penulisan juga mesti dipersiapkan agar tulisan lebih terarah dan fokus pada tujuan awal, persiapkan juga referensi buku, sumber pendapat dari wawancara orang yang kompeten atau sumber lainnya, kerangka waktu atau time line semestinya di buat dan dipatuhi, kapan selesainya dan kapan rencana masuk percetakan.
Untuk membuat gairah pada penulisan buku berikutnya, tentunya kita harus mempersiapkan perencanaan yang baik terkait pemasaran bukunya. Mengapa demikian ? Karena mencetak sebuah buku memerlukan biaya sehingga berusahalah agar biaya pencetakan bisa menghasilkan sesuatu yang positif. Kondisi ini tentunya akan memotivasi untuk kembali menulis buku kedua, ketiga dan seterusnya.
Prof. Wahyudi dalam bukunya “Menulis Semudah Tersenyum” menyebutkan bahwa untuk membuat gairah menulis dan tidak mengalami writer’s block, seyognyanya menulislah apa yang sedang kita pikirkan, BUKAN memikirkan apa yang sedang kita tulis. Asyik juga saran ini, kalau kita selalu memikirkan apa yang sedang kita tulis, tentunya akan selalu pada posisi menganggap tulisan kita itu tidak sempurna dan kita menginginkan untuk terus kembali melakukan proses editing. Padahal inilah pantangan paling utama untuk mencegah writer’s block, “Jangan sekali-kali melakukan editing selama dalam proses menulis, editing ada waktunya tersendiri”
Untuk pembaca yang senang menulis atau yang berada dalam kondisi malas untuk menulis. Mari kita kembalikan kondisi gairah kita dalam menulis. Ingat yang baik bahwa menulis itu merupakan suatu cara untuk berkomunikasi, suatu cara untuk berbicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa ataupun suatu cara untuk menyentuh hati orang lain yang entah di mana, atau bisa juga menulis itu suatu cara untuk mengenang suatu peristiwa atau seseorang dan masih banyak lagi tentang suatu cara yang berkaitan tentang menulis.
Jadi menurut kalian menulis itu sebagai HABIT atau sebagai TUJUAN ?
Habit merupakan sesuatu tindakan yang kita lakukan secara berulang-ulang yang akhirnya menjadi suatu kebiasaan atau budaya dalam diri kita, sehingga menulis itu bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. Jadikan menulis itu sesuatu yang membahagiakan.
Menulis bisa dikerjakan saat melihat keindahan, saat merasakan keresahan, di saat melihat dan timbul rasa sayang terhadap orang tua, melihat anak ataupun terkenang sahabat atau guru. Bisa juga menulis disaat pulang sehabis mendengar obrolan di warung kopi atau bisa juga sehabis mendengar pengajian. Dalam penulisan bebas, tanpa terbebani dengan tema serta pola, kita bebas untuk menulisnya.
Menulis pun bisa dilakukan dimana saja, dalam waktu yang tidak mengganggu pekerjaan ganda dalam kehidupan kita. Menulis bisa dilakukan di stasiun kereta, di dalam kereta, di bandara, di dalam pesawat, di pantai, di cafe, di gunung, di hotel atau dimanapun yang kita nyaman untuk menulis. Enak bukan untuk membuat gairah menulis itu muncul.
Kalau menulis itu sebagai tujuan, lebih berbeda lagi dengan penulisan bebas. Menulis sebagai tujuan, misalnya membuat makalah, membuat buku, tentunya harus terkonsep dengan baik. Niat da tema yang kuat sebagai alasan untuk menulis, persiapan dan kerangka penulisan, time line, target penulisan, patuhi larangan penulisan, membangun komunitas penting untuk dilakukan.
Gairah menulis bisa juga ditumbuhkan dengan dorongan,misalnya mengikuti sebuah program sehingga di target menulis, membuat web atau blogspot yang mendorong kita untuk mengisinya. Kamu mau pilih yang mana sekarang?
Kalau aku, dari langkah itu sudah aku lakukan semuanya. Web www.igunwinarno.com, www.igunwinarno.blogspot.com sudah dilakukan dan rutin diisi.
Terus kapan aku menulis!
Aku kalau sedang merasakan kejenuhan, menulis sebagai obatnya. Keuntungan sebagai dokter anestesi, sambil menunggu operasi yang panjang dengan pasien kondisi yang stabil, aku bisa sambil menulis dengan konsentrasi penuh telingaku mendengarkan bunyi bedside monitor. Kalau dalam perjalanan, biasanya aku dokumentasikan dengan menulis. Mendapatkan jadwal Khotib, aku menulis menyusun naskah khotbah, ada kegiatan yang asyik, kadang aku dokumentasikan dengan menulis. Satu lagi, saat ditagih menulis, akan lebih semangat untuk menulis.
“Ingin hidup abadi dengan harta melimpah, menulislah” mengapa menulis bisa membuat kita abadi? Tentunya dengan kita menulis, akan ada sebuah karya yang dihasilkan, yang akan bisa dilihat walau kita telah tiada, tidak percaya? Menulislah dan sampaikan ini kepada orang terdekat kita, maka kita selamanya akan hidup. Hasil tulisan yang bermanfaat, akan menjadi amal jariyah yang akan terus menghasilkan pahala dengan sistem marketing mulilevel, kita akan tetap hidup dengan harta yang terus mengalir. Bagaimana? ingin menjadi pribadi yang kaya dan abadi! Mari menulislah.
By Igun Winarno
Penulis on 2024-03-04 18:29:19
ada yang mau komentar atau bertanya.... yuks rajin menulis, penulis belum banyak menghasilkan buku, hanya Novel Radar Juang Asam manis 5 dokter Muda, Dokter Kenapa Aku bIsa Sakit, Early Warning System dan Code Blue di RS, Memoar Anestesiku, Anestesiologi Klinik Dasar tentunya berbagai tulisan di web ini dan igunwinarno.blogspot.comTITIN ALFIAH on 2024-03-06 20:47:17
Makasih doc, atas ilmunya malam ini yang sangat luar biasa dan menginspirasi. semoga saya juga bisa menyusul menghasilkan buku-buku selanjutnya yang laris maniisss marketingnyaigun winarno on 2024-04-28 06:55:04
@titinalfiah... sama-sama....mari terus berkembang untuk memajukan literasi bagi masyarakat penggemar baca dan Indonesia ..heheheh