DIAMOND BEACH DAN ATUH BEACH YANG BERTETANGGA
Selepas puas menikmati keindahan Raja Lima, Coco Cliff dan Rumah Pohon serta sajian kelapa mudanya, kami melanjutkan trip berikutnya menuju Diamond Beach dan Atuh Beach
Dua pantai dengan pasir putih yang begitu indah, eksotik, di lindungi tebing tinggi dan saling bertetangga dengan akur satu sama lainnya.
Tidak kalah menarik trik kesini, selepas dari Raja Lima menyusuri jalanan sempit, dan turunan yang cukup curam dengan satu sisinya merupakan jurang yang dalam.
Trip berikut nya ini tidak terlalu jauh dari Raja Lima, karena sejatinya Diamond Beach merupakan bagian dari gugus kepulauan Raja Lima.
Jam 11.38 merupakan waktu terik matahari yang menyengat, hati-hati ya kalau kesini, terik panas matahari kadang tertutupi semilir angin pantai di puncak bukit, sehingga perlu kiranya mengenakan tabir surya pelindung kulit.
Tiket sudah bagian paket yang ditawarkan oleh biro travel holiday nusa penida, dan kamipun masuk area bukit Diamond yang menantang, menurun tapi bukan tangga-tangga, sebuah jalanan beton yang telah dibangun rapi.
Jalanan ini sebagai spot foto yang menawan, bagaikan jembatan dua dunia, sisi sisi kanan bagian Diamond Beach dan sisi kiri Atuh Beach.
Kebayang masih pegelnya kaki ini disaat menuruni tangga rumah pohon, akhirnya kami memutuskan hanya memandangi pantai dari atas,.
Kalau mau turun saya sarankan, pertimbangkan lebih baik, karena tangga menurun disini lebih curam dibandingkan di Rumah Pohon, jadi tahu sendiri khan, kami tidak turun, tetapi hanya menikmati dari Jalan Bukit yang membagi kanan kirinya. Bukan alasan sih, tetapi realita, terlalu berat untuk kami.
Kalau Atuh Beach sebenarnya pantai lebih luas, dan disana banyak warung yang jualan minuman, tetapi sekali lagi kami tidak turun ke bawah, hanya menikmati dari sisi atas.
Selepas puas dengan terik panas matahari dan pemandangan nya yang keren dan wow banget, kami pun bersiap untuk beralih menuju tujuan trip berikutnya, tetapi ada kejadian yang cukup mendebarkan disaat perjalanan keluar area parkiran Diamond Beach.
Disaat berangkat jalan menurun yang curam, tentunya naiknya juga cukup memerlukan keahlian mengemudikan kendaraan dengan baik.
Tetapi apa yang terjadi ? Disaat kembali berpapasan banyak kendaraan yang mau menuju ke Diamond dan bertemu iringan kendaraan yang mau kembali, nah....kebetulan kendaraan terdepan tidak kuat melaju dan sisi kanan kita adalah jurang yang dalam. Otomatis terjadi tragedi, bukan jatuh sih, hanya sedikit cemas saja.
Alhamdulillah, akhirnya berakhir dengan selamat dan berikutnya kami melepas penat di Warung Makan SUREN, menu soto ayam yang lezat serta ikan bakar menjadi pilihan kami, sebenarnya ini bagian paket tour, tetapi tambahan ikan bakar ini harus menjadi tanggungan kami, 80 ribu cukup sebanding dengan ikan bakar dan nasi serta sayurnya.
Nah, penasaran khan, habis ini trip apaan ya....heheheh. cerita trip berikutnya inilah salah satu yang cukup heroik. Bukit Teletabies dan Tembeling yang ada cerita di balik itu. (by goens"GN)
Komentar(0)
Tinggalkan komentar