on 12 November 2024, 14:13
  • #ayah #hariayah #igunwinarno

Oleh Ayah Igun

Kehadiran seorang ayah apa penting buat kita, sehingga hari ini dirayakan sebagai hari ayah sedunia. Inilah momen untuk merenung bagi kita para ayah dan tentunya kehadiran anak ditengah kehidupannya.

Sebuah hal yang sederhana untuk kita merasa layak untuk memperingati hari ini sebagai hari ayah sedunia. Momen spesial apa yang masih kita ingat tentang ayah kita? Jangan lanjutkan untuk kita peringati hari ini sebagai ayah, kalau kia sendiri tak mengenal sosok dan kenangan tentang ayah kita. Bisa jadi memang kita tidak punya kenangan karena ayah kita memang tidak berarti buat kita, kondisi yang menyedihkan tentunya.

Yang aku tahu sosok akan ayahku yang biasa aku panggil “Bapakke” adalah sosok yang mengajarkan keteguhan hati, memberikan kehangatan dalam diamnya dan tentunya sosok yang menjadi figur akan ketabahan dan arti sebuah perjuangan. Mengapa aku teteskan air mata di kala ku tulis ini. “Semoga Allah memberikan tempat terindah untuk Bapakke, surga”.

Di dunia yang serba tidak jelas ini, seorang ayah tentunya harus memahami bagaimana peran dan memerankan diri sebagai seorang ayah. Seorang ayah tentunya mengharapkan memiliki anak-anak yang bertanggungjawab, mempunyai nilai-nilai moral dan etika, mempunyai kemampuan untuk menghadapi masalah, menjadi pribadi yang hebat. Berjalan dengan pengamatan atau pemaksaaan ? sebuah pertanyaan yang silahkan anda jawab dengan sendirinya.

Yang perlu diingat bahwa disaat ini anak-anak kita yang masuk kategori gen z, lebih memiliki kecenderungan pandangan yang lebih terbuka, inklusif, dan progresif tentang peran seorang ayah.

Gen Z lebih menghargai kehadiran ayah yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga emosional. Mereka menginginkan ayah yang terbuka dalam mengekspresikan perasaan, menunjukkan kasih sayang, dan terlibat dalam kehidupan sehari-hari tanpa takut menunjukkan sisi sensitif mereka.

Gen Z lebih senang seorang ayah yang mau menjadi pendengar yang baik, tanpa dengan mudah untuk menghakimi. Mereka ingin merasa diterima dan dipahami, bukan hanya diberi nasihat atau arahan. Ayah yang peduli dan memberikan ruang untuk berbicara dengan terbuka dihargai.

Gen Z mengharapkan ayah yang menghormati mereka sebagai individu yang mandiri, dilibatkan dalam keputusan keluarga dan dihargai pendapatnya.

Gen Z yang tumbuh di tengah perubahan teknologi yang pesat, dan mengharapkan soso ayah bisa lebih fleksibel dan terbuka terhadap perubahan zaman, baik itu dalam hal teknologi, pekerjaan, maupun cara pandang terhadap kehidupan.

Pola sudah berubah untuk di jaman seperti ini, peran seorang ayah adalah bisa menjadi sumber dukungan dalam mengejar impian dan cita-cita. Tidak hanya sebagai pemberi arahan praktis, tetapi juga sebagai motivator yang mendukung kebebasan mereka untuk mengekspresikan diri.

Seorang ayah kadang sebagai idola dalam hal tanggung jawab dan kepemimpinan, bijaksana, adil dan yang bisa menyeimbangkan antara memberikan kebebasan dan memegang kendali dengan cara yang positif. Mereka menghargai kepemimpinan yang mengutamakan kerjasama dan dialog dalam keluarga.

Berat untuk seorang ayah? INI SUDAH JAMANNYA

Tetapi berbahagialah, sebagai seorang ayah dari anak perempuan, hari ini adalah kesempatan untuk mengapresiasi hubungan unik yang Anda bangun dengannya. Seorang ayah adalah sosok pertama yang menunjukkan kepada anak gadisnya arti ketulusan, keamanan, dan kasih sayang tanpa syarat. Anda menjadi figur yang ia pandang sebagai panutan dan yang kelak menjadi tolok ukur dalam melihat dunia.

Bagi seorang anak lelaki, ayah kadang dijadikan figur penting yang mengarahkan dan menginspirasi, seorang yang tidak hanya mengajarkan cara menjadi pria, tetapi juga cara menjadi pribadi yang baik, penuh empati, dan berharga dalam dunia ini.

Enatah! Benar atau salah

Hari Ayah adalah kesempatan untuk mengenang momen-momen kecil bersama anak, dari genggaman tangan pertamanya hingga senyuman yang tak ternilai harganya.

Merenung dan bermimpilah

Hari ini adalah waktu untuk merayakan, bukan hanya peran ayah bagi orang lain, tapi juga pengaruh dan kehadiran Anda dalam hidup putra-putri kita, sebuah warisan cinta yang tak ternilai.

Ayah adalah langit yang menaungi, tempat doa-doa berteduh, meski kadang terdiam dalam sunyi. Sebuah akar yang tak terlihat di tanah kehidupan tetapi menopang dari balik senyap, dalam kekuatan tanpa pujian.

Ayah adalah langkah pertama saat kita ragu, yang tak terlihat mengulurkan tangan, menjaga dari jauh. Ialah benteng yang kokoh namun lembut, mengajarkan tegar tanpa harus mengucapkan kata-kata penuh nasihat.

Sering dalam peluh dan lelahnya ada cinta yang tak tampak, tersembunyi di balik wajah kusut atau senyum tetapi dalam tatapan tenang.

Meski suaranya lantang ataupun lemah, hati ayah adalah lautan luas penuh kasih yang dalam. Berat di pundaknya, kita belajar berdiri dan berjalan, dalam beban kehidupan. Dan meski kadang jarak membentang di waktu yang panjang, ia tetaplah menjadi arah untuk jalan kembali pulang,

Ayah sebagai rumah bagi segala harapan dan doa yang kita genggam.

 

Seorang Anak yang rindu dan Ayah yang Entahlah

Igun Winarno seorang yang pergi dan pulang dalam gelap

Komentar(0)

Tinggalkan komentar