SELF
IMPROVEMENT TANPA DRAMA
Fokus
Memperbaiki Diri, Bukan Menyenangkan Semua Orang
Catatan Kecil dari Dua Status WhatsApp
Pagi ini saya membaca dua status
WhatsApp dari dua sahabat saya. Isinya
sederhana, hanya beberapa kalimat pendek. Tetapi entah mengapa, kalimat itu
seperti mengetuk sesuatu di dalam hati.
Kadang memang begitu. Bukan ceramah panjang, bukan tulisan
berlembar-lembar, tetapi satu kalimat
yang muncul di waktu yang tepat bisa menjadi pengingat yang sangat kuat.
Dari dua status kecil itu, saya
merasa terdorong untuk menuliskan sesuatu.
Tulisan ini sebenarnya bukan untuk siapa-siapa. Lebih tepatnya sebagai catatan kecil untuk diri saya sendiri, refleksi.
Terima kasih untuk dua sahabatku
yang mungkin tidak pernah menyangka bahwa status yang mereka bagikan hari ini
justru menjadi trigger refleksi bagi
diriku.
Hidup Adalah Proses Bertumbuh
Dalam perjalanan hidup, kita
sering lupa bahwa hidup ini bukan tentang menjadi sempurna. Hidup adalah
tentang terus bertumbuh.
Sering kali kita terlalu sibuk
memperhatikan kekurangan orang lain.
Kadang juga terlalu sibuk membuktikan diri agar terlihat baik di hadapan orang
lain.
Padahal perjalanan yang paling
penting adalah perjalanan memperbaiki
diri sendiri. Bukan karena
kita buruk. Bukan karena kita
gagal.
Tetapi karena manusia memang
diciptakan untuk belajar sepanjang
hidupnya.
Jika hari ini kita sedikit lebih
baik dari kemarin, itulah
sebuah keberuntungan dalam kehidupan dan itu sudah merupakan sebuah
kemajuan.
Apa Sebenarnya Makna
Memperbaiki Diri?
Memperbaiki diri bukan berarti
merasa diri kita paling salah. Memperbaiki
diri juga bukan berarti kita harus berubah menjadi orang lain.
Memperbaiki diri adalah proses yang sederhana, tetapi sangat dalam. Memperbaiki diri berarti:
Kadang memperbaiki diri hanya terlihat dalam hal-hal kecil:
Menahan diri ketika ingin
membalas perkataan yang tidak menyenangkan.
Belajar tidak mudah tersinggung. Belajar
lebih banyak bersyukur daripada mengeluh.
Belajar memaafkan orang lain.
Hal-hal sederhana seperti itu
sebenarnya adalah proses memperbaiki
diri yang paling nyata.
Kenyataan Hidup bahwa Tidak Semua Orang Akan
Menyukai Kita
Ada satu realita kehidupan yang
harus kita terima. Tidak semua
orang akan menyukai kita.
Mau kita sebaik apa pun. Mau kita sejujur apa pun. Mau kita berusaha sekeras apa pun. Tetap saja akan ada orang yang melihat
kita dengan cara yang berbeda.
Kadang bukan karena kita salah. Kadang hanya karena perbedaan sudut
pandang. Kadang juga karena cara
berpikir mereka sendiri.
Dan itu bukan masalah.
Kehidupan ini tidak pernah
meminta kita untuk menyenangkan semua orang. Jika kita mencoba melakukan itu, yang terjadi hanyalah satu: kita akan lelah sendiri.
Yang lebih penting adalah kita
tahu siapa diri kita, kita menjaga niat kita, dan kita tetap berusaha menjadi
pribadi yang lebih baik.
Jangan Biarkan Perasaan Mengganggu Kebahagiaan
Sering kali yang membuat hidup
terasa berat bukanlah masalah besar. Tetapi
perasaan kita sendiri.
Komentar kecil bisa terasa sangat
besar. Perkataan orang bisa terasa
sangat menusuk. Penilaian orang
bisa membuat kita terus memikirkannya.
Padahal mungkin orang yang
mengatakannya sudah melupakannya. Karena
itu saya sering berdoa dalam hati:
“Ya Allah, jangan jadikan aku terlalu mudah tersinggung terhadap
penilaian manusia.”
Jika semua kita masukkan ke dalam
hati, hidup akan terasa sangat berat. Lebih
baik kita fokus pada hal-hal yang lebih penting: memperbaiki diri, menjaga
hati, menjaga niat, dan menjaga kebahagiaan hidup kita.
Kebahagiaan Adalah Tanggung
Jawab Kita Sendiri
Semakin bertambah usia, saya
semakin menyadari satu hal, Kebahagiaan
kita tidak boleh bergantung pada penilaian orang lain.
Jika kita bahagia hanya karena
pujian, maka kita akan mudah sedih ketika mendapat kritik. Jika kita bahagia hanya karena diterima
semua orang, maka kita akan kecewa ketika ada yang tidak menyukai kita.
Kebahagiaan yang sehat adalah
ketika kita mampu berkata kepada diri sendiri:
“Saya masih memiliki banyak kekurangan, tetapi saya juga sedang terus
belajar menjadi lebih baik.”
Dan itu sudah cukup.
Teruslah Berjalan di Jalan
Kebaikan
Manusia memang diciptakan dengan
berbagai kelebihan dan kekurangan. Tidak
ada manusia yang benar-benar sempurna. Dan
memang tidak perlu menjadi sempurna.
Yang terpenting adalah tidak berhenti memperbaiki diri.
Selama kita masih mau belajar, selama kita masih mau memperbaiki
kesalahan, selama kita masih mau
melangkah menuju kebaikan, maka
kita masih berada di jalan yang benar.
Tidak masalah jika langkah kita
pelan. Yang penting adalah kita tidak berhenti berjalan.
Sebuah Catatan Penutup
Terima kasih untuk dua sahabatku
hari ini. Status WhatsApp kalian
mungkin hanya lewat di layar beberapa detik, tetapi ternyata meninggalkan satu
pesan penting di dalam hati.
Bahwa hidup ini adalah perjalanan
panjang untuk terus memperbaiki diri.
Dan semoga kita semua tidak
pernah lelah menjalani proses itu. Karena
pada akhirnya, yang paling penting dalam hidup ini bukan menjadi manusia yang
sempurna.
Tetapi menjadi manusia yang tidak pernah berhenti belajar untuk menjadi
lebih baik.
=gn=
Komentar(0)
Tinggalkan komentar